Jantung di foto Rontgen ???

apa saja sih gambaran jantung yang bisa kita baca di foto rontgen thorak? ><

apa saja informasi yang bisa kita dapatkan mengenai jantung dari foto rontgen thorak?><

memangnya kita bisa tahu keadaan jantung ya dari foto hitam-putih ala mr.rontgen? ><

 

nah… nah… nah…

begini ni, ni…

ada beberapa informasi mengenai jantung yang ternyata bisa kita ketahui lewat foto rontgen thoraks,, dimana  sesuai fungsinya, rontgen yang merupakan media ‘intip’ kita tuk tahu kondisi dalam tubuh tanpa harus buka-bukaan organ secara langsung bisa kita manfaatkan, termasuk jika kita ingin ‘mengintip’ kondisi jantung seseorang.

Informasi jantung apa saja yang kita bisa baca dari foto rontgen thorak???

yang pertama, BENTUKnya… kebanyakan penyakit jantung akan memberikan gambaran khas pada bentuk si jantung itu sendiri, minimal jika penyakit jantungnya sudah cukup lumayan parah, si jantung akan mengkompensasinya dengan ber-hipertrofi,  yang bentuk pembesarannya ini bisa kita lihat di foto rontgen. Contohnya lagi, pada suatu keadaan dimana terdapatnya cairan berlebih pada rongga perikardium (kerennya pericardial effusion), maka jantung akan menjadi seperti berbentuk botol (bottle shape). Terus misalnya lagi pada pada penyakit jantung kongestif (congestif heart failure) jantung bisa menjadi berbentuk boot shape. Jadi, kita bisa memperkirakan keadaan atau malah penyakit yang ada pada jantung juga dari bentuk jantung itu sendiri.

bottle shape heart

 

boot shape heart

Kemudian mari kita identifikasi BESAR jantung tersebut. Pada foto thorak kita bisa mengukur apakah besar jantung yang ada pada foto tersebut normal atau tidak dengan menghitung Cardio Thoracik Rationya (CTR). Namun, penghitungan ini harus memenuhi syarat terlebih dahulu. Syaratnya, foto harus PA dan inspirasi harus cukup (mengapa?,, silahkan baca tulisan sebelumnya ^^V), barulah kita bisa menghitung CTRnya. Rumusnya  a+b:c x 100%. Normalnya pada orang dewasa 48-50% sedangkan pada bayi 52-53%, jika lebih dari itu maka jantung berarti mengalami pembesaran karena suatu sebab.

 

CTR

 

Selanjutnya kita bisa baca gambaran lain pada jantungnya. Keadaan aorta misalnya normal atau tidak. Apakah terdapat gambaran kalsifikasi (gambaran radioopak pada aorta) yang bisa menjadi suatu tanda adanya Aorta Sclerotic Heart Disease (ASHD). Apakah ada elongasi (perpanjangan) aorta atau tidak dan lain-lain… Nilai juga pinggang jantungnya apakah normal, dalam, atau malah menghilang. Pinggang jantung yang hilang bisa terdapat pada hipetrofi jantung. Kemudian pada mitral stenosis juga bisa didapatkan gambaran double countur yang khas..

Aorta Calcification

 

Double Countur

Tak lupa pula, ternyata kita bisa menilai jantung dari keadaan paru-paru {“,??? lho… yap, betul, bisa kita nilai karena gangguan pada jantung juga bisa menyebabkan perubahan pada paru-paru. Misalnya, CHF yang menimbulkan edema paru, dimana gambaran edema paru akibat CHF ini bisa kita lihat pada foto. Edema paru akut akan tampak sebagai kesuraman di peri-hillier kanan dan kiri, sehingga membentuk gambaran seperti kupu-kupu di rongga thorak. Sedangkan edem paru kronis akan menyebabkan kesuraman yang lebih menyeluruh pada lapangan paru.

Nah, selain kesuraman-kesuraman ini, tanda lain dari adanya edema paru adalah adanya Garis Kerley A dan B pada lapangan paru. Garis Kerley ini muncul akibat terbendungnya aliran limfe karena edema intraalveolar. Garis Kerley merupakan garis mendatar dari dinding thorak ke medial kira-kira 3-4 cm. Jika berada pada lapangan tengah paru dinamakan Garis Kerley A dan Garis Kerley B pada lapangan bawah paru.

Ada lagi,, untuk penyakit jantung bawaan maka pembacaan foto rontgen thorak akan sangat dipengaruhi oleh keadaan klinis sang pasien. Yaitu,, apakah terdapat sianosis atau tidak. Karena kelainan jantung bawaan pada foto rontgen thorak  dikelompokkan berdasarkan oleh 2 hal yaitu ada tidaknya sianosis dan bagaimana corakan bronkovaskulernya.,

Kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler menurun dengan sianosis antara lain : total pulmonary venous return (TPVR), trunkus arteriosus persisten, dan transposisi pembuluh darah besar. Kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler menurun tanpa sianosis antara lain : Ventrikel Septal Defect (VSD), Atrial Septal Defect (ASD), Patent Ductus Arteriosus (PDA), Endocardial Cushion Defect (ECD), dan Partial Pulmonary Venous Return (PPVR).

Sedangkan kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler meningkat dengan sianosis antara lain : Tetralogy of Fallot, Atresia Pulmonal, Atresia Trikuspidalis, dan Ebstein Anomaly. Kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler meningkat tanpa sianosis antara lain Stenosis Pulmonal Murni.


About this entry