<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>WELCOME</title>
	<atom:link href="http://fajarini.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fajarini.wordpress.com</link>
	<description>just for share....</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Dec 2011 01:31:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fajarini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f4e27ff6a4d0969d9255447f57637117?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>WELCOME</title>
		<link>http://fajarini.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fajarini.wordpress.com/osd.xml" title="WELCOME" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fajarini.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menulis dan Membaca Angka Romawi</title>
		<link>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/18/menulis-dan-membaca-angka-romawi/</link>
		<comments>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/18/menulis-dan-membaca-angka-romawi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 11:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rin.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarini.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Tentu kamu sudah terbiasa membaca angka arab (demikian orang di seluruh dunia menyebutnya, karena memangbangsa arab lah yang pertama kali memperkenalkannya), 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10. Tapi pernahkah kamu tau tentang angka romawi? Coba deh lihat susunan angka yang ada di angka bab buku, nama blok jalan, atau di beberapa angkajam/arloji, I,II,IX, dan sebagainya. Bagaimana cara membaca angka romawi? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarini.wordpress.com&amp;blog=5630144&amp;post=256&amp;subd=fajarini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#c0c0c0;">Tentu kamu sudah terbiasa membaca angka arab (demikian orang di seluruh dunia menyebutnya, karena memangbangsa arab lah yang pertama kali memperkenalkannya), 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10. </span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Tapi pernahkah kamu tau tentang angka romawi?</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;"> Coba deh lihat susunan angka yang ada di angka bab buku, nama blok jalan, atau di beberapa angkajam/arloji, I,II,IX, dan sebagainya. Bagaimana cara membaca angka romawi? Bagaimana aturan dalam angka romawi? Bagaimana penggunaan angkaromawi dalam bahasa Indonesia?</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Angka romawi tersusun dari tujuh angka dasar berurut dari yang paling kecil yaitu I (1), V (5), X (10), L (50), C (100), D(500), M (1000), selanjutnya untuk angka-angka yang besar penambahan garis di atas angka romawi tersebut berartipenambahan tiga nol (misal M dengan garis di atasnya bernilai 1.000.000). Ketentuan pada angka romawi diantaranya :</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">- Angka romawi adalah angka yang disusun berurutan, dan menyatakan tingkatan yang semakin besar, I, II, IIImenyatakan 1, 2, 3, dan seterusnya</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">- Tidak ada 4 urutan kombinasi angka romawi yang sama, misal IIII, XXXX, atau MMMM- Angka romawi yang lebih kecil akan berfungsi menambah, jika di letakkan di sebelah kanan angka lainnya : IIberarti 1 + 1 = 2; VI berarti 5 + 1 = 6 ; XII berarti 10+1+1 = 12</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">- Angka romawi yang lebih kecil akan berfungsi mengurangi, jika diletakkan di sebelah kiri angka lainnya (hanyadiperbolehkan satu angka kecil di sebelah kiri angka lainnya!) : IV berarti 5 &#8211; 1 = 4; IX berarti 10 &#8211; 1 =9; tidak ada IIV, atau CCM dalam aturan angka romawi.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">- Dalam deretan angka romawi yang panjang yang mengandung beberpa kombinasi angka romawi, setiap angkakecil selalu mengurangi angka yang di sebelah kanannya; MCMXLV berarti 1000 + (1000 &#8211; 100) + ( 50 -10) +5 = 1945</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">- Sekali lagi angka romawi adalah angka yang disusun berdasarkan urutan, sehingga walaupun secara kaidahkaidahdi atas tapi tetap tidak lazim berlaku kdalam angka romawi : VL secara kaidah berarti 50 &#8211; 5 = 45,namun dalam angka romawi yang lazim adalah XLV karena angka sebelumnya adalah XL, XLI, XLII, XLIII, XLIV, XLV; begitu juga dengan angka IC secara kaidah berarti 100 &#8211; 1 = 99, namunyang lazim dalam angka romawi adalah XCIX karena angka sebelumnya XCVIII, XCIX.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Menurut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) penggunaan angka Romawi dalam berbahasa Indonesia yaitu : Sebagaipenomoran alamat rumah,misal Jalan Matahari V nomer 21; bab dalam buku, misal bab XX halaman 40; menyatakantingkatan, misal Abad XXI &gt;&gt; Abad ke-21 &gt;&gt; Abad kedua puluh satu.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Bagaimana? Apakah kamu merasa bingung?, coba sekarang berlatih menerjemahkan angka romawi seperti MMVII,MDCLXVI, atau bisakah kamu menulis angka romawi dari angka berikut 437, 727, 1925.  Kalau kamu bingung, cobatanyakan guru kamu di sekolah deh.***</span></p>
<p><span style="color:#ffffff;">(dari berbagai sumber)</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://fajarini.wordpress.com/category/lainnya/'>Lainnya</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarini.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarini.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarini.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarini.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarini.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarini.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarini.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarini.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarini.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarini.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarini.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarini.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarini.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarini.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarini.wordpress.com&amp;blog=5630144&amp;post=256&amp;subd=fajarini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/18/menulis-dan-membaca-angka-romawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f07acd8085c0f3165cbeb6ce59c5b17?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rin.</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jantung di foto Rontgen ???</title>
		<link>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/17/jantung-di-foto-rontgen/</link>
		<comments>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/17/jantung-di-foto-rontgen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Oct 2010 08:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rin.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarini.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[apa saja sih gambaran jantung yang bisa kita baca di foto rontgen thorak? &#62;&#60; apa saja informasi yang bisa kita dapatkan mengenai jantung dari foto rontgen thorak?&#62;&#60; memangnya kita bisa tahu keadaan jantung ya dari foto hitam-putih ala mr.rontgen? &#62;&#60; &#160; nah&#8230; nah&#8230; nah&#8230; begini ni, ni&#8230; ada beberapa informasi mengenai jantung yang ternyata bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarini.wordpress.com&amp;blog=5630144&amp;post=248&amp;subd=fajarini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#c0c0c0;">apa saja sih gambaran jantung yang bisa kita baca di foto rontgen thorak? &gt;&lt; </span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">apa saja informasi yang bisa kita dapatkan mengenai jantung dari foto rontgen thorak?&gt;&lt;</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">memangnya kita bisa tahu keadaan jantung ya dari foto hitam-putih ala mr.rontgen? &gt;&lt;</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">nah&#8230; nah&#8230; nah&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">begini ni, ni&#8230; </span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">ada beberapa informasi mengenai jantung yang ternyata bisa kita ketahui lewat foto rontgen thoraks,, dimana  sesuai fungsinya, rontgen yang merupakan media &#8216;intip&#8217; kita tuk tahu kondisi dalam tubuh tanpa harus buka-bukaan organ secara langsung bisa kita manfaatkan, termasuk jika kita ingin &#8216;mengintip&#8217; kondisi jantung seseorang.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Informasi jantung apa saja yang kita bisa baca dari foto rontgen thorak???</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">yang pertama, BENTUKnya&#8230; kebanyakan penyakit jantung akan memberikan gambaran khas pada bentuk si jantung itu sendiri, minimal jika penyakit jantungnya sudah cukup lumayan parah, si jantung akan mengkompensasinya dengan ber-hipertrofi,  yang bentuk pembesarannya ini bisa kita lihat di foto rontgen. Contohnya lagi, pada suatu keadaan dimana terdapatnya cairan berlebih pada rongga perikardium (kerennya <em>pericardial effusion</em>), maka jantung akan menjadi seperti berbentuk botol (<em>bottle shape</em>). Terus misalnya lagi pada pada penyakit jantung kongestif (<em>congestif heart failure</em>) jantung bisa menjadi berbentuk <em>boot shape</em>. Jadi, kita bisa memperkirakan keadaan atau malah penyakit yang ada pada jantung juga dari bentuk jantung itu sendiri. </span></p>
<div id="attachment_249" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><span style="color:#c0c0c0;"><a href="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/bottle-shape.jpg"><img class="size-medium wp-image-249" title="bottle shape heart" src="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/bottle-shape.jpg?w=300&#038;h=249" alt="" width="300" height="249" /></a></span><p class="wp-caption-text">bottle shape heart</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_250" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><span style="color:#c0c0c0;"><a href="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/boot-shape-heart.png"><img class="size-medium wp-image-250" title="boot shape heart" src="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/boot-shape-heart.png?w=300&#038;h=236" alt="" width="300" height="236" /></a></span><p class="wp-caption-text">boot shape heart</p></div>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Kemudian mari kita identifikasi BESAR jantung tersebut. Pada foto thorak kita bisa mengukur apakah besar jantung yang ada pada foto tersebut normal atau tidak dengan menghitung <em>Cardio Thoracik Ratio</em>nya (CTR). Namun, penghitungan ini harus memenuhi syarat terlebih dahulu. Syaratnya, foto harus PA dan inspirasi harus cukup (mengapa?,, silahkan baca tulisan sebelumnya ^^V), barulah kita bisa menghitung CTRnya. Rumusnya  <strong>a+b:c x 100%. </strong>Normalnya pada orang dewasa 48-50% sedangkan pada bayi 52-53%, jika lebih dari itu maka jantung berarti mengalami pembesaran karena suatu sebab.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_251" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><span style="color:#c0c0c0;"><a href="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/ctr11.jpg"><img class="size-medium wp-image-251" title="CTR" src="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/ctr11.jpg?w=300&#038;h=249" alt="" width="300" height="249" /></a></span><p class="wp-caption-text">CTR</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Selanjutnya kita bisa baca gambaran lain pada jantungnya. Keadaan aorta misalnya normal atau tidak. Apakah terdapat gambaran kalsifikasi (gambaran radioopak pada aorta) yang bisa menjadi suatu tanda adanya <em>Aorta Sclerotic Heart Disease</em> (ASHD). Apakah ada elongasi (perpanjangan) aorta atau tidak dan lain-lain&#8230; Nilai juga pinggang jantungnya apakah normal, dalam, atau malah menghilang. Pinggang jantung yang hilang bisa terdapat pada hipetrofi jantung. Kemudian pada mitral stenosis juga bisa didapatkan gambaran <em>double countur</em> yang khas..</span></p>
<div id="attachment_252" class="wp-caption aligncenter" style="width: 278px"><span style="color:#c0c0c0;"><a href="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/aorta-calcification.jpg"><img class="size-medium wp-image-252" title="Aorta Calcification" src="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/aorta-calcification.jpg?w=268&#038;h=300" alt="" width="268" height="300" /></a></span><p class="wp-caption-text">Aorta Calcification</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_253" class="wp-caption aligncenter" style="width: 276px"><span style="color:#c0c0c0;"><a href="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/double-countur.jpg"><img class="size-medium wp-image-253" title="Double Countur" src="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/double-countur.jpg?w=266&#038;h=300" alt="" width="266" height="300" /></a></span><p class="wp-caption-text">Double Countur</p></div>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Tak lupa pula, ternyata kita bisa menilai jantung dari keadaan paru-paru {&#8220;,??? lho&#8230; yap, betul, bisa kita nilai karena gangguan pada jantung juga bisa menyebabkan perubahan pada paru-paru. Misalnya, CHF yang menimbulkan edema paru, dimana gambaran edema paru akibat CHF ini bisa kita lihat pada foto. Edema paru akut akan tampak sebagai kesuraman di peri-hillier kanan dan kiri, sehingga membentuk gambaran seperti kupu-kupu di rongga thorak. Sedangkan edem paru kronis akan menyebabkan kesuraman yang lebih menyeluruh pada lapangan paru. </span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Nah, selain kesuraman-kesuraman ini, tanda lain dari adanya edema paru adalah adanya Garis Kerley A dan B pada lapangan paru. Garis Kerley ini muncul akibat terbendungnya aliran limfe karena edema intraalveolar. Garis Kerley merupakan garis mendatar dari dinding thorak ke medial kira-kira 3-4 cm. Jika berada pada lapangan tengah paru dinamakan Garis Kerley A dan Garis Kerley B pada lapangan bawah paru.</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Ada lagi,, untuk penyakit jantung bawaan maka pembacaan foto rontgen thorak akan sangat dipengaruhi oleh keadaan klinis sang pasien. Yaitu,, apakah terdapat sianosis atau tidak. Karena kelainan jantung bawaan pada foto rontgen thorak  dikelompokkan berdasarkan oleh 2 hal yaitu ada tidaknya sianosis dan bagaimana corakan bronkovaskulernya.,</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler menurun dengan sianosis antara lain : <em>total pulmonary venous return </em>(TPVR), trunkus arteriosus persisten, dan transposisi pembuluh darah besar. Kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler menurun tanpa sianosis antara lain : <em>Ventrikel Septal Defect </em>(VSD), <em>Atrial Septal Defect </em>(ASD), <em>Patent Ductus Arteriosus </em>(PDA), <em>Endocardial Cushion Defect </em>(ECD), dan <em>Partial Pulmonary Venous Return </em>(PPVR).</span></p>
<p><span style="color:#c0c0c0;">Sedangkan kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler meningkat dengan sianosis antara lain : <em>Tetralogy of Fallot</em>, <em>Atresia Pulmonal</em>, <em>Atresia Trikuspidalis, </em>dan <em>Ebstein Anomaly</em>. Kelainan jantung bawaan dengan corakan bronkovaskuler meningkat tanpa sianosis antara lain <em>Stenosis Pulmonal Murni</em>.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://fajarini.wordpress.com/category/medical/'>Medical</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarini.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarini.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarini.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarini.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarini.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarini.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarini.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarini.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarini.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarini.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarini.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarini.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarini.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarini.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarini.wordpress.com&amp;blog=5630144&amp;post=248&amp;subd=fajarini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/17/jantung-di-foto-rontgen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f07acd8085c0f3165cbeb6ce59c5b17?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rin.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/bottle-shape.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bottle shape heart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/boot-shape-heart.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">boot shape heart</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/ctr11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">CTR</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/aorta-calcification.jpg?w=268" medium="image">
			<media:title type="html">Aorta Calcification</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/double-countur.jpg?w=266" medium="image">
			<media:title type="html">Double Countur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Membaca Rontgen</title>
		<link>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/13/mari-membaca-rontgen/</link>
		<comments>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/13/mari-membaca-rontgen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 16:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rin.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Medical]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fajarini.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Rontgen sebagai suatu sarana diagnostik penting untuk kita ketahui, terutama bagi praktisi kesehatan layaknya seorang dokter. Saya jujur saja juga seringkali mengalami kesulitan saat menemui rontgen-rontgen yang hitam putih itu, kebanyakan gambarnya sama dan mirip-mirip. Alhasil yang saya lakukan hanyalah menebak-menebak sambil bingung sendiri (gak pake garuk-garuk kepala ya^^).  saya kan juga masih belajar&#8230; itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarini.wordpress.com&amp;blog=5630144&amp;post=213&amp;subd=fajarini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#888888;">Rontgen sebagai suatu sarana diagnostik penting untuk kita ketahui, terutama bagi praktisi kesehatan layaknya seorang dokter. Saya jujur saja juga seringkali mengalami kesulitan saat menemui rontgen-rontgen yang hitam putih itu, kebanyakan gambarnya sama dan mirip-mirip. Alhasil yang saya lakukan hanyalah menebak-menebak sambil bingung sendiri (gak pake garuk-garuk kepala ya^^).  saya kan juga masih belajar&#8230; itu tuh alasannya. heheee</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Tapi, mau tidak mau yah kita mesti berusaha untuk manjadi familiar dengan si mr. rontgen ini, harus bisa githu meski dikit-dikit aja.. Nah, oleh karena disebabkan oleh itulah, saya berusaha menyusun cara sistematik buat membaca rontgen, ringkasnya gini..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">PERTAMA</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Sebelum lebih jauh membaca dan mentelaah suatu foto rontgen,  kita harus memastikan terlebih dahulu kelengkapan IDENTITAS foto rontgennya. Nama, umur, jenis kelamin, nomor foto, tanggal foto dan klinisnya. Harus dipastikan supaya tidak tertukar. Setelah lengkap dan jelas barulah kita memusingkan kepala kita dengan menerawang lalu membacanya. okeh !</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">KEDUA</span></p>
<p><span style="color:#888888;">tapi&#8230;&#8230;..  sebelum kita baca (lagi-lagi) pastikan dulu, foto tersebut LAYAK BACA atau tidak. Beberapa foto dengan kualitas yang tidak baik sebaiknya tidak kita baca untuk menghindari misinterpretasi. Seperti misalnya, foto yang terlalu keras, yang terpotong, posisinya tidak baik, inspirasi kurang  (inspirasi cukup jika costa 6 memotong hemidiafragma di tengah) dll. Untuk menghindari kesalahan pembacaan, kita bisa minta ulang fotonya.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">KETIGA</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Mari Membaca. Untuk tulisan ini, kita fokuskan pada foto rontgen thorak saja&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Tentukan posisi foto terlebih dahulu. Yang penting pada foto thorak adalah apakah posisi pengambilan foto adalah AnteroPosterior (AP) atau PosteroAnterior (PA). Karena posisi foto akan sangat mempengaruhi pembacaannya. Foto AP berarti sinar X berasal dari bagian depan tubuh dan film berada di belakang. Sementara foto PA berarti sinar X ada di belakang dan film berada di bagian depan tubuh. Hal ini penting, karena semakin jauh letak organ dari film maka gambaran foto yang didapat akan termagnifikasi (diperbesar) sehingga tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. So&#8230; yang lebih mendekati keadaan organ yang sebenarnya adalah foto PA (jika kita menilai jantung dan paru, karena lebih dekat ke film).</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Nah, bagaimana membedakan foto AP atau PA?</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pada foto AP clavicula akan tampak mendatar, scapula berada di dalam lapangan paru, dan yang tampak depan adalah costae anterior. Sedangkan pada foto PA yang tampak depan adalah costae posterior, clavicula menjungkit, dan scapula berada di luar lapangan paru.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Selanjutnya&#8230;.</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">KEEMPAT</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Untuk membaca foto rontgen prinsipnya adalah membandingkan keadaan kiri dan kanan, jadi jika kita melihat suatu keadaan di bagian kanan maka bandingkan dengan bagian kirinya. Selanjutnya untuk pembacaan dapat dilakukan dari dalam ke luar atau dari luar ke dalam (saya sih lebih suka dari luar ke dalam&#8230; &gt;&lt;). Tulisan ini dari pembacaan dibuat luar ke dalam yah,,,</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pertama perhatikan soft tissuenya terlebih dahulu, apakah terdapat soft tissue swelling atau tidak. Soft tissue swelling bisa terjadi misalnya pada trauma, tumor, dll. </span></p>
<p><span style="color:#888888;">Kemudian nilai tulang-tulang, intak atau tidak. Apakah ada kelainan, fraktur, destruksi, dan lainnya. Fraktur bisa kita lihat dari putusnya kontinuitas jaringan tulang. Dari gambaran rontgen ini dapat pula kita nilai jenis frakturnya. Destruksi bisa terjadi misal akibat metastasis tumor ganas ke tulang sehingga tulang menjadi tidak utuh bahkan bisa hilang. Gambaran metastasis yang ada dapat berupa gambaran radiolusen (hitam) atau radioopaque (putih) yang abnormal pada gambaran tulang. Kelainan, misalnya lordosis, kifosis, atau scoliosis pada vertebrae yang juga bisa kita nilai lewat foto rontgen.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Mediastinum dinilai normal atau tidak, apakah terdapat pembesaran atau tidak. Misal, adanya tumor pada mediastinum akan menampakkan gambaran mediastinum yang melebar atau tampak adanya massa pada mediastinum. Trakea juga dapat kita nilai. Trakea yang normalnya berada di tengah, bisa mengalami pergeseran akibat desakan atau proses-proses lain.</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Pleura, bagaimana sudut costofrenikusnya, lancip atau tumpul, normalnya lancip. Sudut costofrenikus yang tumpul dapat menandakan suatu efusi pleura. Bisa juga berupa suatu perselubungan atau massa yang belum bisa ditentukan. Sehingga untuk lebih jelasnya kita bisa melihat foto lateralnya. Jelasnya, lokasi sudut costofrenikus lihat di gambar di bawah ini,,,</span></p>
<div id="attachment_214" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><span style="color:#888888;"><a href="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/picture1.jpg"><img class="size-medium wp-image-214" title="Sketsa Thorak Normal" src="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/picture1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></span><p class="wp-caption-text">Sketsa Thorak Normal</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#888888;">Kemudian nilai juga parenkim paru, keadaan hilus, corakan bronkovaskuler, dan apakah terdapat lesi atau tidak. Hilus merupakan tempat keluar masuknya arteri dan vena pulmonalis, bronkus, dan juga saluran limfe. Normalnya diameter hilus sama dengan diameter trakea. Pada foto rontgen, hilus memberikan gambaran yang padat. Untuk corakan bronkovaskuler, normalnya hanya terdapat pada 1/3 lapangan paru dari central pada dewasa, sedangkan pada anak hanya 1/4 dari lapangan paru. Corakan bronkovaskuler yang meningkat dapat menjadi suatu tanda suatu proses perandangan paru misalnya pada bronkitis, pneumonia, dll. Kemudian lesi pada parenkim paru. Terdapat banyak gambaran lesi yang mungkin terjadi. Misal pada Tuberkulosis (TB) bisa terdapat gambaran infiltrat, fibrotik, kavitas, dan lain-lain. Proses TB aktif ditandai dengan adanya lesi kavitas atau infiltat. Sementara bekas TB lama atau yang sudah tidak aktif lagi bisa tampak gambaran fibrotik berupa garis-garis radioopaque dengan batas yang tegas. Bisa juga tampak gambaran metastasis pada parenkim paru dengan adanya bentukan-bentukan lesi yang noduler, milier, koin, cannon ball, dll&#8230; (masalah lesi pada parenkim paru buanyakkk sangat,,, lengkapnya silahkan browsing lebih lanjut, okeh ! )</span></p>
<p><span style="color:#888888;">Selanjutnya jantung, nilai besar dan ukurannya, normal atau tidak. Ukuran bisa kita nilai dengan menghitung CTR (Cardio Thoracic Ratio), normalnya pada orang dewasa adalah 48%-50%, sedangkan pada anak-anak sebesar 52%-53%. Cara menghitungnya adalah a + b : c. Jelasnya lihat gambar &#8230; </span></p>
<div id="attachment_215" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><span style="color:#888888;"><a href="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/ctr1.jpg"><img class="size-medium wp-image-215" title="CTR" src="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/ctr1.jpg?w=300&#038;h=249" alt="" width="300" height="249" /></a></span><p class="wp-caption-text">CTR</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#888888;">Selanjtnya, diafragma, apakah terdapat elevasi, bagaimana bentuknya, dan permukaannya  licin atau tidak. Diaframga letak tinggi misalnya bisa disebabkan oleh desakan massa dari bawah, paralisis  m. diafragmatika atau lumpuhnya n. phrenicus&#8230;</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#888888;">Hufffff&#8230;&#8230;&#8230; sekian dulu,, chit-chat kita mengenai baca-baca rontgen ya&#8230; mungkin lain kali disambung lagi (cieee&#8230; hahaaa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ),, semoga bermanfaat ^^V</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://fajarini.wordpress.com/category/medical/'>Medical</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fajarini.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fajarini.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fajarini.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fajarini.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fajarini.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fajarini.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fajarini.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fajarini.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fajarini.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fajarini.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fajarini.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fajarini.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fajarini.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fajarini.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fajarini.wordpress.com&amp;blog=5630144&amp;post=213&amp;subd=fajarini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fajarini.wordpress.com/2010/10/13/mari-membaca-rontgen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6f07acd8085c0f3165cbeb6ce59c5b17?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rin.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/picture1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Sketsa Thorak Normal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fajarini.files.wordpress.com/2010/10/ctr1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">CTR</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
