Non-Hodgkin Limfoma

* Definisi :

Suatu kelompok keganasan primer limfosit yang dapat berasal dari limfosit T, B, atau NK-cell.

* Etiologi :

Unknown

* Epidemiologi :

Secara umum lebih sering terjadi pada laki-laki

Insiden meningkat dengan bertambahnya umur, puncak 80-84 tahun

Insiden meningkat pada penurunan sistem imun

NHL lebih sering terjadi daripada HL

DI Indonesia, NHL + HL + Leukemia : no-6 tersering

Ras : white > black & Asian American

* Faktor risiko :

Imunodefisiensi :

o Severe combined imunodeficiency

o Hypogamaglobulinemia

o Wiskott-Aldrich Syndrome

Agen infeksius : EBV

Paparan lingkungan dan pekerjaan , peternak dan pekerja hutan pertanian dengan paparan herbisida dan pelarut organik

Diet dan paparan lainnya, makanan tinggi lemak, merokok

* Manifestasi klinis :

Pembesaran limfonodus

Demam

Night sweating

Penurunan BB ( 10% dalam waktu 6 bulan)

Gatal-gatal

Metastase ke timus / limfonodus di leher atau dada à sesak napas

Metastase ke otak à headache, gangguan konsentrasi, kejang

Stomach pain

Jika menginfiltrasi sumsum tulang dapat menyababkan pancytopenia (anemia, perdarahan, infeksi)

Infiltrasi jaringan lain : hepatosplenomegaly, testicular mass

* Diagnosis :

CBC dan diff. Count : early stage = normal, late stage = pancytopenia

Blood chemistry test :

o ↑ LDH

o Abnormal liver function test (infiltrasi hati, inflamasi kronis, hipermetabolisme, tumor growth)

Biopsi limfonodus dan sumsum tulang : gambaran limfosit yang abnormal

CT scan (chest, abdomen, pelvis) : pembesaran limfonodus, hepatosplenomegaly

Klasifikasi :

1990, REAL (Revised European – American Lymphoma), berdasar immunophenotype & genetic features.

2001, WHO, berdasar sel yang paling banyak terlibat (T/B/NK)

WF (Working Formulation), berdasar histopatologis

* Menurut REAL dan WHO :

B-cell neoplasms

I. Prekusor B-cell neoplasms : precusor B-acute lymphoblastic leukemia / lymphoblastic lymphoma (B-ALL, LBL)

II. Peripheral B-cell neoplasms

A. B-cell chronic lymphocytic leukemia / small lymphocytic lymphoma

B. B-cell prolymphocytic leukemia

C. Lymphoplasmacytic lymphoma / immunocytoma

D. Mantle cell lymphoma

E. Follicular lymphoma

F. Extranodal marginal zone B-cell lymphoma or MALT type

G. Nodal marginal zone B-cell lymphoma (± monocytoid B-cells)

H. Splenic marginal zone lymphoma (±villous lymphocytes)

I. Hairy cell leukemia

J. Plasmacytoma / plasma cell myeloma

K. Diffuse large B-cell lymphoma

L. Burkitt’s lymphoma

T-cell and putative NK-cell neoplasms

I. Precusor T-cell neoplasms : precusor T-acute lymphoblastic leukemia / lymphoblastic lymphoma (T-ALL, LBL)

II. Peripheral T-cell and NK-cell neoplasms

A. T-cell chronic lymphocytic leukemia / prolymphocytic leukemia

B. T-cell granular lymphocytic leukemia

C. Mycosis fungoides / sezary syndrome

D. Peripheral T-cell lymphoma, not otherwise characterized

E. Hepatosplenic gamma / delta lymphoma

F. Subcutaneus panniculitis-like-T-cell lymphoma

G. Angiommunoblastic T-cell lymphoma

H. Extranodal T-/NK-cell lymphoma, nasal type

I. Enteropathy-type intestinal T-cell lymphoma

J. Adult T-cell lymphoma / leukemia (HTLV 1+)

K. Anaplastic large cell lymphoma, primary systemic type

L. Anaplastic large cell lymphoma, primary cutaneus type

M. Agressive NK-cell leukemia

* Menurut WF :

Low grade lymphoma

A. Small lymphocytic, consistent with CLL plasmacytoid

B. Follicular, predominantly small cleaved cell

C. Follicular, mixed small cleaved and large cell

Intermmediate grade lymphoma

D. Follicular, large cell

E. Diffuse, small cleaved cell

F. Diffuse, mixed small and large cell

G. Diffuse large cell

High grade lymphoma

H. Large cell, immunobalstic

I. Lymphoblastic

J. Small, non-cleaved cell Burkitt’s, non-Burkitt’s

Stadium, berdasar kesepakatan Ann Arbor :

I. Pembesaran KGB hanya 1 regio ekstranodal : jika hanya terkena 1 organ ekstra limfatik tidak difus / batas tegas

II. Pembesaran 2 regio KGB atau lebih, tetapi masih satu sisi diafragma

II2 : pembesaran 2 regio KGB dalam 1 sisi diafragma

II3 : pembesaran 3 regio KGB dalam 1 sisi diafragma

IIE : pembesaran 1 regio atau lebih KGB dalam 1 sisi

III. Pembesaran KGB di 2 sisi diafragma

IV. Jika mengenai 1 organ ekstra limfatik atau lebih tetapi secara difus

* Treatment :

1. NHL indolent

Stadium I dan II

Standar pilihan terapi :

1) Irradiasi

2) Kemoterapi dengan terapi radiasi

3) Extended (regional) irradiasi, untuk mencapai nodal yang bersebelahan

4) Kemoterapi saja atau wait and see jika terapi radiasi tidak dapt diberikan

5) Subtotal / total irradiasi lymphoid (jarang)

Stadium II/III/IV

o Wait and see : asimptomatik

o Rituximab : aktivasi antibodi-dependent sitotoksik T-cell

o Purine nucleoside analogs

o Alkylating agent (dengan atau tanpa steroid) : siklofosfamid, klorambusil

o Kemoterapi kombinasi

o Radioterapi paliatif, diberikan pada kasus tumor besar atau untuk mengurangi obstruksi dan nyeri.

Indolen rekuren, pilihan terapi :

Terapi radiasi paliatif

Kemoterapi

Rituximab (anti CD-20 monoclonal antibodi)

Transplantasi sumsum tulang (masih dalam tahap evaluasi klinis)

2. NHL agresif

NHL intermediate / High Grade Terlokalisir

Non bulky stadium IA dan IIA dengan keterlibatan ekstranodal dapat diterapi dengan doxorubicin minimal 3 siklus, dilanjutkan denganIFRT.

Stadium I-II (bulky), III dan IV

CHOP siklus lengkap, untuk daerah bulky IFRT dapat diberikan.

* Prognosis :

Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis :

o Usia

o Serum LDH

o Status perpormans

o Stadium anatomis

o Jumlah lokasi ekstranodal

Risiko kambuh meningkat pada gambaran histlogi divergen

1. Indolent Lymphoma : prognosis baik, median survival 10 tahun, namun biasanya tidak dapat disembuhkan dalam stadium lanjut.

2. Agressive Lymphoma : Progresivitas penyakit tinggi namun dapat disembuhkan dengan terapi kemoterapi kombinasi intensif.

* Komplikasi :

Cytopenia ( anemia, bleeding, DIC, infeksi)

Metastase ke mediastinum : SVC syndrome

Metastase ke jantung : cardiac problem

Matastase ke paru : respiratory problem

Metastase ke vertebra : spinal cord cempression

Neurologic problem karena CNS Lymphoma / Lymphonodus Meningitis

Komplikasi dari kemoterapi : cytopenia, mual muntah, infeksi, fatigue, neuropathy, dehidrasi.


About this entry