Eritroderma

1. Definisi

Suatu kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema universalis (90-100%). Jika 50-90% : pre-eritroderma.

2. Epidemiologi

Terdapat pada semua usia, namun umumnya terdapat pada orang dewasa.

Relatif banyak terjadi di negara-negara tropis.

Pria sering terkena dibanding wanita, dengan perbandingan (2-3 : 1)

3. Etiologi

Unknown

4. Faktor risiko

* Psoriasis

* Riwayat atopi

5. Manifestasi klinis

* Anamnesis

Terdapat riwayat :

* Alergi obat

* Psoriasis

Dapat berkembang menjadi eritroderma, bisa karena :

Penyakitnya sendiri

Pengobatan yang terlalu kuat (e.g. pengobatan topikal dengan ter yang konsentrasinya terlalu tinggi)

* Penyakit leiner / eritroderma desquamatikum

Etiologi diperkirakan karena dermatitis seboroik yang meluas

* Penyakit sistemik / keganasan

à sindrome sezary

Suatu limfoma

Penyebab unknown, diduga infeksi virus HTLV-V

Menyerang orang dewasa

Ciri-ciri :

o Eritema berwarna merah membara universalis

o Squama

o Sangat gatal

o Infiltrat pada kulit dan edema

o Splenomegali, limfadenopati superfisial, alopesia, hiperpigmentasi, hiperkeratosis palmaris & plantaris, kuku yang dismorfik

Lab :

o Leukositosis

o Limfosit atipik

à sel sezary ( 10-20 ; intinya homogen, lobular, tidak teratur; terdapat di darah, KGB, kulit; kriteria ≥ 1000/mm³ atau >10% dari sel-sel yang beredar. Jika < 1000/mm³ = sindroma pre-sezary)

* Pemeriksaan fisik

* Eritema

* Squama

7. DD

Eritroderma dapat merupakan suatu kelanjutan dari beberapa penyakit kulit lain sehingga yang penting adalah kemampuan membedakan penyakit-penyakit yang dapat berlanjut ke eritroderma tersebut :

Gejala

Psoriasis

Ptiriasis Rubra Pilaris

Dermatitis Seborik

Penyebab

Idiopatik

Idiopatik

Idiopatik

Lesi

Plak eritema berbatas tegas

Skuama berlapis-lapis berwarna putih keperakan

Fenomena tetesan lilin

Folikuler

Erupsi lebih coklat

Batas tidak teratur

Dasar kemerahan

Skuama agak kuning dan berminyak

Tempat

Siku, lutut, kulit kepala, regio lumbosakral

Jarang mengenai kulit kepala

Banyak di daerah yang mengandung kelenjar sebasea (kepala, alis, kelopak mata, lekukan nasolabial)

Gejala

Dermatitis kontak alergi

Dermatitis fotokontak alergi

Dermatitis atopik

Penyebab

Setelah kontak dengan suatu bahan

Pajanan sinar matahari

Riwayat atopi

Lesi

Eritema / edema / vesikel

Bergelembung

Gatal

Eritema / vesikel / edema

Gatal

Papul kering

Gatal

Intertrigineus

Ekskoriasi

Linefikasi

Hiperpigmentasi

Tempat

Di tempat pajanan

Di tempat pajanan

Banyak tempat

8. Terapi

* Jika akibat alergi obat

Obat tersangka penyebab dihentikan

Kortikosteroid ( Prednison 4 x 10 mg )

Penyembuhan umumnya cepat, dalam beberapa hari – minggu

* Jika akibat perluasan penyakit kulit (psoriasis, penyakit leiner)

Kortikosteroid

o Dosis awal 4 x 10 mg – 4 x 15 mg / hari

o Tidak ada perbaikan dalam beberapa hari, dosis dinaikkan

o Sudah ada perbaikan, dosis diturunkan perlahan – lahan

Jika karena ter à hentikan

Jika karena psoriasis à asetretin

Penyembuhan tidak secepat karena alergi, dalam beberapa minggu – bulan

* Sindroma sezary

Kortikosteroid (Prednison 30 mg/hari)

* Eritroderma kronis

Diet tinggi protein

Kelainan kulit diolesi emolien untuk mengurangi radiasi akibat vasodilatasi oleh eritema, e.g. : salap lanolin 10%, krim urea 10%

* Pada pengobatan dengan kortikosteroid jangka lama, jika > 1 bulan diganti dengan metilprednisolon (efeknya lebih sedikit)

9. Prognosis dan komplikasi

Prognosis :

* Karena alergi à baik

* Yang belum tahu penyebabnya à simptomatik

* Sindroma sezary à buruk

Pasien ð umumnya akan meninggal setelah 5 tahun, pasien setelah 10 tahun. Kematian disebabkan oleh infeksi atau penyakit berkembang menjadi mikosis fungoides.

Komplikasi :

-Gagal jantung

– Gagal ginjal

– Kematian mendadak akibat hipotermi sentral.

– Infeksi sekunder oleh bakteri

10. Follow up pasien

* Nutrisi : perbaikan kehilangan protein

* Tappering off kortikosteroid

* Pemantauan agen penyebab jika karena alergi


About this entry