Gangguan kepribadian Anankastik / Obsessive compulsive personality disorder (OCPD)

  1. 1. Penegakan Diagnosis

Untuk diagnosis paling sedikit dibutuhkan 3 dari :

a)      Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan

b)      Preokupasi dengan hal-hal yang rinci / details, peraturan, daftar, urutan, organisasi, atau jadwal

c)      Perfeksionisme yang mempengaruhi penyelesaian tugas

d)      Ketelitian yang berlebihan, terlalu hati-hati dan keterikatan yang tidak semestinya pada produksivitas sampai mengabaikan kepuasan dan hubungan interpersonal

e)      Keterpakuan dan keterikatan yang berlebihan pada kebiasaan sosial

f)       Kaku dan keras kepala

g)      Pemaksaan yang tak beralasan agar orang lain mengikuti persis caranya mengerjakan sesuatu, atau keengganan yang tak beralasan untuk mengizinkan orang lain mengerjakan sesuatu

h)      Mencampuradukan pikiran atau dorongan yang memaksa dan yang enggan

(Rujukan ringkas dari PPDGJ-III)

  1. Diagnosis Banding

Gejala

Gangguan kepribadian Anankastik

Gangguan kepribadian Paranoid

Menutup diri dari pergaulan

+

+

Perfeksionisme

+

Tidak mempercayai orang lain

+

+

Kekhawatiran yang berlebihan

+

+

Kaku dan tertutup

+

+

Workaholic

+

Terpaku pada detail, peraturan, perintah, jadwal

+

  1. Diagnosis

a)      Definisi

Suatu gangguan kepribadian yang sering muncul pada dewasa muda dan ditandai antara lain dengan perfeksionisme, kekakuan, berlebihan dalam kerja, dan kurangnya hubungan interpersonal.

b)      Etiologi

unknown

c)      Epidemiologi

–     Dua kali lebih banyak pada laki-laki

–     Amerika, prevalensinya 1%

d)      Faktor risiko

Genetik dan lingkungan

e)      Manifestasi Klinis

–     Perfeksionis

–     workaholic

–     Sangat cemas ketika merasa ada sesuatu yang salah sehingga sangat berupaya menghindari kesalahan

–     Ragu dan hati-hati secara berlebihan

–     Terpaku pada detail, peraturan, perintah, jadwal (harus tepat waktu)

–     Sangat khawatir dengan kegagalan

–     Meragukan kemampuan orang lain

–     Memaksakan orang lain untuk melakukan kehendaknya

–     Dalam keadaan senang / cemas dapat melakukan hal-hal yang tidak biasa dan dapat berisiko

–     Kaku dan tertutup

–     Keras kepala

–     Pemalu dan pengawasan diri yang tinggi

–     Menganut norma-norma etik dan moral yang tinggi dan patuh secara berlebihan

  1. Patofisiologi / mekanisme

Unknown. Diperkirakan terdapat pengaruh genetik yang dapat berkembang dengan pengaruh lingkungan dan keadaan.

  1. Penatalaksanaan

Behavior therapy

Psychotherapy

Psychopharmacology

–     Fluoxatine

–     Anti-anxiety (menurunkan ketakutan)

–     SSRIs (menghilangkan frustasi)

Self-help

–     Edukasi keluarga dan teman agar dapat mendukung,  berempati dan mewaspadai gejala-gejala

–     Relaksasi, meditasi, penenangan pikiran, tidur teratur dan diet yang seimbang

–     Menulis diary untuk mewaspadai keadaan-keadaan yang dapat menimbulkan pemicu tindakan-tindakan berbahaya

  1. Prognosis

Perbaikan dapat dicapai dengan terapi, medikasi, dan kontrol emosi yang tepat. Dibutuhkan kesadaran dan kemauan dari dalam diri pasien sendiri untuk tingkat keberhasilan yang lebih baik. Dukungan dari orang-orang sekitar pasien juga merupakan faktor penentu keberhasilan terapi.

  1. Komplikasi

–     Psychiatric disorders

–     Depresi

–     Suicide


About this entry