SOMATOPAUSE / Adult Human Growth Deficiency

a) Definisi

Suatu keadaan dimana terjadinya perlambatan metabolisme tubuh akibat adanya penurunan kadar  hormon pertumbuhan  yang berlangsung secara bertahap mulai dari usia dewasa muda.

b) Etiologi

Berhubungan dengan penurunan produksi hormon pertumbuhan  terkait  proses penuaan.

c) Epidemiologi

Dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan dengan tingkat kemungkinan yang  sama

d) Faktor Risiko

–        Usia tua

–        Riwayat keluarga

–        Genetik

–        Trauma kepala

e) Manifestasi Klinis

–        Pertambahan BB

–        Energy loss / mudah lelah

–        Kulit keriput

–        Penurunan massa otot dan tulang

–        Peningkatan lemak tubuh, terutama disekitar pinggul

–        Penurunan daya ingat

–        Rentan terhadap penyakit / penurunan sistem imun

f) Patogenesis

Somatotropin / hormon pertumbuhan / growth hormone / GH disekresikan oleh kelenjar pituitary dibawah pengaruh growth hormone releasing hormone (GHRH). Kemampuan produksi ini akan menurun dari 500 ug pada usia 20 tahun menjadi 200 ug pada usia 40 tahun, dan 25ug pada 80 tahun. Hal ini seiring dengan penurunan kadar IGF-I (Insulin Like Growth Factor I or Somatomedin C), mulai dari 240 ng/ml pada 30 tahun, 200 ng/ml pada 40 tahun, and 40 ng/ml pada 80 tahun.

IGF-I termasuk golongan protein utama yang disintesis di hati sebagai respon terhadap hormon pertumbuhan. Penurunan level IGF-I seiring proses penuaan akan meyebabkan timbulnya hyposomatotropin deficiency syndrome / gejala-gejala terkait defisiensi somatotropin.

Penurunan GH  juga berdampak pada penurunan IGF-1 (substansi mirip hormon yang dihasilkan oleh hati sebagai respon terhadap GH). Penurunan GH juga akan berdampak pada penurunan komponen-komponen terkait testosteron. Hal ini akan meyebabkan terjadinya peningkatan lemak tubuh, LDL kolesterol, penurunan sistem imun, dll.

Level testosteron menurun secara bertahap pada laki-laki dimulai usia 30 tahun dan terus berlanjut seiring pertambahan usia. Sementara pada laki-laki maupun perempuan, penurunan testosteron tersebut akan menyebabkan penurunan libido, lean body mass, kekuatan, energi, mood, sexual performance dan mental acuity yang merupakan tanda umum dari proses penuaan.

Pengaruh Hormon pertumbuhan pada Pertumbuhan

Hormon ini menyebabkan pertumbuhan seluruh jaringan tubuh yang memang mampu untuk pertumbuhan. Hormon ini menambah ukuran sel dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan bertambahnya jumlah sel dan diferensiasi khusus dari beberapa tipe sel seperti sel-sel pertumbuhan tulang dan sel-sel otot awal.

Efek Metabolik Hormon Pertumbuhan
Selain dari efek umum hormon pertumbuhan dalam menyebabkan pertumbuhan, hormon pertumbuhan juga mempunyai banyak efek metabolik khusus lain, yang meliputi:

(1) peningkatan kecepatan sintesis protein diseluruh sel-sel tubuh;

(2) meningkatkan mobilisasi asam lemak dari bebas dalam darah, dan meningkatkan penggunaan asam lemak untuk energi; dan

(3) menurunkan kecepatan pemakain glukosa diseluruh tubuh.

g) Tatalaksana

Proses penuaan tidak dapat dicegah / fisiologis,  hanya dapat diupayakan agar tidak menjadi suatu kondisi patologis. Dapat dilakukan dengan :

–        Olahraga teratur (lari, berenang, bersepeda, dll)

–        Cukup istirahat

–        Lingkungan tempat tinggal yang nyaman

–        Kondisi psikologis yang baik

–        Injeksi growth hormone (masih kontroversi)


About this entry