Embriologi Retina

 

 

Cikal bakal mata adalah suatu gelembung mata (optic vesicle) yang merupakan evaginasi dari diensefalon tabung saraf (neural tube). Gelembung ini terbentuk pada hari ke 25 tahapan perkembangan embrio dan terletak berdekatan dengan lapisan ektoderma. Pada perkembangan selanjutnya, gelembung mata akan berinvaginasi membentuk piala mata (optic cup) yang memiliki dua lapisan. Lapisan dalam sebagai epitel berpigmen dan lapisan luar adalah retina sensorik. Lapisan ektoderma juga mengalami invaginasi membentuk gelembung lensa dan mengisi bagian tengah piala mata. Proses ini terjadi sekitar 25-35 hari pada tahapan perkembangan embrio4.

Meskipun lapisan retina sensorik dan epitel berpigmen sama-sama berasal dari gelembung mata namun keduanya sangat berbeda. Retina sensorik merupakan suatu struktur multilapis yang mengandung jutaan neuron dan fotoreseptor, sementara lapisan epitel berpigmen merupakan suatu lapisan tunggal non-sensorik, berpigmen, dan berupa sel-sel kuboid. Dalam perkembangannya kedua lapisan ini membutuhkan interaksi dengan jaringan-jaringan sekitarnya. Jika gelembung mata dipisahkan dari epidermis dan mesenkim sekitar, proses diferensiasi hanya akan mencapai tahap gelembung mata dan mata tidak akan terbentuk. Hal ini dikarenakan jaringan sekitar akan menghasilkan faktor-faktor yang penting dalam proses diferensiasi perkembangan mata. Faktor-faktor tersebut adalah fibroblast growth factor (FGF), sonic hedgehog (Shh), BMP7, dan Pax6.

FGFs terekspresi pada ektoderma lensa di gelembung mata yang berperan dalam perkembangan retina sensorik. Shh berasal dari sel-sel prekordal mesoderma dan pada diensefalon ventral menekan perkembangan mata dan menginduksi ekspresi gen untuk membentuk tangkai mata (optic stalk). BMP7 merupakan bagian dari golongan disffusible signaling molecules / TGF-β superfamily yang berperan sebagai faktor mitogenik sel-sel gelembung mata. Pax6 merupakan suatu gen yang mengkode faktor transkripsi yang berperan dalam mengontrol spesifikasi daerah-daerah dalam perkembangan embrio terutama bagian anterior, termasuk mata.

Retina sensorik tersususun dalam lapisan-lapisan khas berulang yang sangat berperan dalam fungsi visual. Mekanisme pembentukan susunan lapisan-lapisan ini dipekirakan melalui fungsi inhibisi sel progenitor sekitar untuk tidak mengekspresikan bentuk yang sama. Sel-sel retina tidak dibentuk oleh sel progenitor pada saat yang bersamaan. Secara keseluruhan, pembentukan sel-sel retina dibagi dalam dua fase. Fase pertama adalah sel-sel ganglion, kerucut, dan horizontal. Fase kedua adalah sel-sel batang, bipolar, dan glial Muller.


About this entry