Tempatku :

 

Palembang dan Pesonanya :This is It

 

Venice of the East (Venesia dari Timur), pernahkah mendengarnya?

       Tentunya kebanyakan kita telah mengenal Venesia, Kota Seribu Kanal di Italia dengan gondolanya yang telah mendunia. Venesia yang terkenal sebagai kota nan romantis menyaingi Paris dengan paket gondola berkursi beludru ditambah nyanyian merdu dan alunan alat musik mandolina yang akan menemani anda saat menyusuri kanal-kanalnya.

       Venice of the East merupakan sebutan bagi beberapa tempat di bagian timur dunia yang diakui memiliki keindahan tak kalah indah dengan Venesia tersebut. Bangganya, ternyata Indonesia termasuk di dalamnya. Terlebih lagi, Kota Wong Kito Galo Palembang menjadi salah satu dalam daftar pengakuan pariwisata dunia tersebut bersanding dengan Kota Barisal di Bangladesh, Bandar Seri Begawan di Brunai, Alappuzha di India, Basra di Irak, Osaka di Jepang, Bangkok di Thailand dan beberapa kota lain di dunia.

       Palembang, kota ini terletak di Pulau Sumatera bagian selatan dengan luas sekitar 102,47 Km² yang sekaligus menjadi ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Kota dengan penduduk asli etnis melayu ini terdiri dari 16 kecamatan dengan jumlah penduduk tahun 2010 sebesar 1.451.059 jiwa (Profil Kota Palembang Tahun 2010). Beriklim tropis dengan ketinggian wilayah rata-rata 8 meter dari permukaan laut pun membawa kota ini untuk turut menghadirkan pesona alam tropis sebagai bagian dari kekayaan alam nusantara.

       Palembang dengan potensi wisata airnya memang merupakan warisan budaya bangsa. Kota kedua terbesar di Pulau Sumatera setelah Kota Medan ini memang sedari dulu terkenal dengan potensi kelautannya bahkan sejak abad ke-VII Masehi, sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya yang merupakan cikal bakal Palembang telah dikenal luas sebagai kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Terkenal dengan wilayah kekuasaan yang membentang mulai dari Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, pesisir Kalimantan hingga Kamboja dan Thailand Selatan, kerajaan ini disegani karena armada lautnya yang mumpuni yang mampu mengamankan jalur-jalur perdagangan lautnya. Potensi inilah yang menjadi salah satu faktor penentu Sriwijaya sebagai kerajaan besar dan kuat sesuai namanya yang secara harfiah berarti “kemenangan yang gilang-gemilang”.

       Palembang dengan sejarah kemaritiman dan sejuta potensinya inilah kemudian turut ambil bagian dalam cerita bahari nusantara sebagai bagian dari keindahan alam beribu pulau Indonesia. Wisata air di Palembang kini pun telah mulai digalakkan, terutama dengan adanya jargon pemerintah daerah “Visit Musi”  yang turut mengiklankan betapa cantiknya kota ini.

       Sungai Musi merupakan obyek vital utama wisata air bagi kota ini yang memegang peranan penting layaknya kanal di Venesia. Sungai sepanjang 750 km ini pun meraih predikat sebagai sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Bersumber dari mata air di Kepahiangan Kota Bengkulu, sungai ini terkenal pula dengan sebutan Batanghari Sembilan yang artinya sembilan sungai besar. Hal ini dikarenakan Sungai Musi merupakan muara dari sembilan sungai besar di Sumatera Selatan yakni Sungai Komering, Sungai Rawas, Sungai Leko, Sungai Lakitan, Sungai Kelingi, Sungai Lematang, Sungai Semangus, Sungai Ogan, dan Sungai Musi sendiri. Kontras dengan lokasinya di Kota Palembang yang menjadi muara bagi kabupaten/kota sebagai ibu kota provinsi Sumatera Selatan.

       Menyusuri Sungai Musi, anda akan melihat keindahan kota ini. Keindahan alam sepanjang pesisir sungai tidak perlu diragukan lagi. Obyek wisata kota dengan makanan khas empek-empek ini sebagian terletak di tepi Sungai Musi. Benteng Kuto Besak, Masjid Agung, Pulau Kemaro, Pelabuhan Boom Baru dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II  adalah beberapa lokasi wisata yang dapat ditemui disekitaran Sungai Musi. Dengan menyewa sampan ataupun kapal kecil, kita pun dapat menikmati pesona alam dan bangunan ditemani aliran sungai dan semilirnya angin. Pesona sunset pun dapat menjadi pilihan bagi anda yang menginginkan suasana romantis.

        Istimewanya lagi adalah jembatan yang melintang membelah diatas sungai Musi ini. Jembatan Ampera namanya. Jika anda mengenal Golden Gate di San Fransisco Amerika Serikat  maka inilah Golden Gate-nya Indonesia. Jembatan yang mulai dibangun pada tahun 1962 ini pun menjadi penguhubung utama Palembang ulu dan ilir sekaligus menjadi pendongkrak akan semakin berkembangnya Kota Palembang. Secara konstruksi bagian tengah jembatan ini memiliki kemampuan untuk bisa diangkat secara mekanik sehingga memungkinkan kapal-kapal besar dengan lebar 60 meter dan tinggi maksimum 44,5 meter untuk melintas mengarungi Sungai Musi. Namun, sejak tahun 1970 aktivitas penaikturunan jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi karena mengganggu arus lalu lintas transportasi darat di atas jembatan.

      Palembang di waktu malam hari, janganlah anda tanyakan keindahannya. Sajian lampu kerlap-kerlip penuh warna akan memanjakan mata anda dilatarbelakangi bayangan kokoh Jembatan Ampera dan kelamnya Sungai Musi. Sungguh pemandangan yang mempesona. Untuk menikmatinya pun tidaklah perlu membayar, hanya luangkanlah sedikit waktu dan sejenak berkeliling kota ini maka pesona malam di Kota Bari ini akan segera anda temukan.

       Itulah Palembangku. Kota berjuta potensi. Banyak hal lain pula yang masih bisa terus dikembangkan. Wisata Kuliner pun tak kalah menjanjikan. Makanan berbahan dasar gandum, ikan, dan tepung kanji yang disajikan dengan kuah bernama cuka pastilah telah anda kenal, empek-empek palembang. Satu dari sekian banyak makanan khas kota ini. Burgo, pindang patin, tempoyak, model, tekwan sampai otak-otak masuk dalam daftar referensi jika anda berminat untuk berwisata kuliner. Belum lagi potensi wisata olahraganya. Palembang sebagai tuan rumah Sea Games ke XXVI telah dikenal hingga ke mancanegara. Para penyuka olahraga pun dapat memanjakan diri di Jakabaring Sport City (JSC) sebagai tempat pelaksanaan berbagai event olah raga tingkat ASEAN tersebut. Fasilitas renang, tenis, menembak, panjat tebing, baseball, softball, basket, volley sampai pentaque pun ada di kawasan  Jakabaring ini. Stadion Gelora Sriwijaya dengan bangunannya yang megah juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi wong plembang.

       Budaya bangsa pun sangat menarik untuk dinikmati disini. Tari tradisional Tanggai dan lagu Gending Sriwijaya merupakan  ikon budaya yang patut untuk kita lestarikan. Baju adat palembang dengan dominasi warna merah dan emas yang merupakan campuran pengaruh pedagang cina zaman dulu  pun menjadi perlambang keanggunan dan kejayaan bangsa. Corak kain songket dengan tenunan tradisionalnya pun  semakin menambah rasa bangga akan kayanya budaya kota ini.

Sungguh kaya kota ini. Berkunjunglah dan nikmati pesona kotaku ini. Palembang dan pesonanya, inilah dia.

***

Didedikasikan untuk Palembang, kota pelajar, tempatku menuntut ilmu. Terima kasih telah menjadi tempat bernaungku hingga meraih gelar pendidikanku. Love u.

Special thanks to Mr. Google.

 


About this entry